Rabu, 08 Februari 2012

Jadi Guru yang Menyenangkan? Ini Tipsnya!

KOMPAS.com – Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.

Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.

Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:

1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.

3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."

5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan

Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.

6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.

7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.

8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.

9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.

10. Ciptakan humor

Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya. 

10 Trik agar Belajar Anda Efektif

KOMPAS.com - Mungkin ada yang memercayai bahwakesuksesan dalam belajar datang dengan sendirinya. Tak salah memang,ketika ada yang meraih kesuksesan dalam studinya, padahal ia terlihattidak melakukan usaha yang sangat keras. Akan tetapi, kebanyakan pelajarjustru meraih kesuksesan dengan mengembangkan dan mengaplikasikankebiasaan belajar yang efektif? Nah, 10 trik berikut ini mungkin bisajadi panduan bagi Anda yang tengah mencari cara terbaik dalam belajar.

1. Jangan mencoba untuk memaksakan belajar dalam satu sesi

Biasanya,para pelajar yang sukses selalu meluangkan waktu belajarnya lebihpendek dan jarang memaksakan mempelajari seluruhnya dalam satu atau duasesi. Kuncinya, belajarlah dengan konsisten dan lakukan secara regulermeskipun dalam waktu singkat.

2. Rencanakan saat Anda akan belajar

Jikaingin sukses dalam belajar, susunlah jadwal dengan waktu yang spesifikselama sepekan. Dan cobalah untuk tegas dengan jadwal yang telah Andabuat. Mereka yang belajar secara sporadis, biasanya tidak berperformasebaik pelajar yang telah mengatur waktu belajarnya dengan disiplin.

3. Belajarlah pada waktu yang sama


Tidakhanya apakah penting untuk merencanakan jadwal kapan harus belajar,tetapi, Anda juga belajar untuk konsisten dengan rutinitas belajarharian. Ketika Anda belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiapminggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupanAnda. Secara mental dan emosional, Anda akan lebih mempersiapkan dirisaat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.

4. Setiap kegiatan belajar harus memiliki tujuan yang spesifik


Menganggapsederhana belajar tanpa arahan yang jelas tidak akan efektif. Andaperlu tahu dengan jelas apa yang Anda butuhkan dalam setiap kesempatanbelajar. Sebelum mulai belajar, aturlah tujuan dari belajar yang Andalakukan. Hal ini akan mendukung tujuan akademik secara keseluruhan.

5. Jangan pernah menunda belajar

Adalahhal yang sangat mudah umum untuk membatalkan sesi belajar yang telahAnda rencanakan karena tidak tertarik dengan bidang studi, atau Andamemiliki hal lain yang harus dilakukan, atau karena tugas yang diberikansangat sulit untuk dikerjakan.

Pelajar yang berhasil tidakpernah menunda waktunya untuk belajar. Jika Anda melakukannya, kegiatanbelajar Anda menjadi tidak efektif dan Anda tidak akan mendapatkan apayang dibutuhkan. Penundaan juga akan menimbulkan kekacauan dan menjadipenyebab nomor satu dari kegagalan.

6. Mulailah dengan pelajaran yang paling sulit

Tugasatau pelajaran yang paling sulit akan membutuhkan usaha, mental, danenergi yang paling besar. Anda sebaiknya memulai dengan hal ini. SekaliAnda bisa menyelesaikan tugas yang paling berat ini, akan lebih mudahuntuk menyelesaikan sisanya. Percaya atau tidak, memulai denganpekerjaan yang paling sulit akan membawa peningkatan yang sangat besarbagi keefektifan sesi belajar dan performa akademis Anda.

7. Selalu review catatan Anda sebelum mulai mengerjakan tugas

Halyang pasti, sebelum Anda dapat mereview catatan yang dimiliki, makaAnda harus memiliki catatan tersebut. Pastikan bahwa Anda selalu membuatcatatan yang baik selama di kelas. Sebelum memulai setiap sesi belajardan mengerjakan tugas utama yang harus diselesaikan, pastikan Anda tahubagaimana mengerjakannya dengan benar.

8. Pastikan tidak ada gangguan selama belajar

Carilahtempat belajar yang aman dari gangguan. Ketika Anda terganggu saatbelajar maka itu akan membuyarkan konsentrasi dan kegiatan belajarmenjadi tidak efektif.

9. Manfaatkan kelompok belajar dengan efektif


Pernahmendengar pepatah, "Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?".Pepatah ini bisa jadi benar untuk diterapkan dalam kegiatan belajar.Belajar secara kelompok akan membawa sejumlah keuntungan, diantaranya,mendapatkan bantuan dari pelajar lainnya saat Anda berjuang untukmemahami sebuah konsep, menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, danberbagi pengetahuan dengan pelajar lain yang akan membantu mereka dandiri Anda sendiri untuk menginternalisasi persoalan. Tetapi, kelompokbelajar akan menjadi tidak efektif ketika tidak terstruktur dan anggotagrup minim persiapan.

10. Review catatan, tugas, dan materi lainnya setiap akhir pekan

Pelajaryang sukses biasanya selalu mereview apa yang telah mereka pelajariselama seminggu di setiap akhir pekan. Cara ini akan membuat merekamempersiapkan diri lebih baik untuk melanjutkan pembelajarankonsep-konsep baru pada pekan berikutnya.

Yakinlah, saatmenerapkan trik-trik ini dalam belajar akan membawa perubahan danpeningkatan yang signifikan dalam catatan akademis dan keberhasilanstudi Anda. Kuncinya, jangan putus asa!

Senin, 25 Juli 2011

Contoh Prosa Lama dan Prosa Baru

Kita dapat membedakan dengan cepat antara puisi dan prosa rekaan dan struktur fisiknya. Yang dapat dilihat secara sepintas dan struktur fisik prosa rekaan adalah pengaturan kata-katanya.
Dalam bentuk tertulis, kata-kata yang terdapat dalam prosa rekaan memenuhi seluruh halaman dan tepi kiri sampai kanan. Kumpulan kata dibentuk menjadi kalimat. Hal ini berbeda dengan puisi. Di dalam puisi, kumpulan kata akan membentuk baris. Kalimat dalam prosa rekaan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.) atau tanda akhir berupa tanda tanya atau tanda seta (? atau !). Kalimat-kalimatnya membentuk paragraf, bukan bait. Kebanyakan paragraf ditulis menjorok ke dalam lima sampai tujuh ketukan, demikian juga dialog antartokohnya.
Dalam bentuk lisan, prosa rekaan lebih banyak berupa cerita. Bentuk ini mempunyai tokoh, jalan cerita, latar cerita, terra, nilai-nilai yang disampaikan yang cukup jelas. Prosa rekaan bisa dibedakan atas prosa lama dan prosa baru (modern).
Prosa Lama
Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:
1) Hikayat, bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.
2) Sejarah atau tiambo, salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.
3) Dongeng. bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.
Prosa Baru (Modern)
Prosa baru merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang lebih luas.
Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:
1) Roman berisi cerita tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail. Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi menjadi roman sejarah, roman sosial, roman jiwa, roman tendens.
2) Cerpen singkatan dari Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
3) Novel, karangan imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau beberapa orang tokoh.
4) Otobiografi, berisi kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya sejak kecil hingga dia dewasa.
5) Biografi, berisi suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.
6) Essay, karangan yang berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.
7) Kritik: kupasan tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.
Daftar Pustaka
- Pengantar Teori Sastra Oleh Wahyudi Siswanto
- Get Success UN Bahasa Indonesia Oleh Seni Hidayati & Wulan

Minggu, 17 Juli 2011

Problems of Education in Indonesia

Problems of Education in Indonesia 
Role of Education in Development
Education has the task to transform and prepare the human resources development.Development has always strived marching in tune with the demands of the times. The times always bring up new issues that have never thought about before. This chapter will examine the fundamental issues of education, and the interrelations between the principal serve targeted, the factors influencing its development and actual problems and ways to overcome them. 

What will happen if the development in Indonesia is not accompanied by development in the field of education?. Although his physical development is good, but what's the point when the nation's moral decline. If this happens, the economy would be problematic, because each person will be corruption. So it will eventually come a day when the state and the nation is destroyed. Therefore, for prevention, education must be one of the priorities in the development of the country. 
Government Education Problems and Solutions

Regarding the issue pedidikan, the attention of our government still feels very minimal.This picture is reflected in the diversity of an increasingly complex educational problems. The quality of students is still low, less professional instructors, the cost of education, even chaotic rule of Education Law. The impact of poor education, the future of our country gets dragged. This downturn may also result from an average size of budget allocations for education at national, provincial, and city and county. 

Solving the problems of education should not be done separately, but have taken steps or actions that are thorough. That is, we not only pay attention to the increase in the budget alone. Because it's useless, if the quality of human resources and education quality in Indonesia is still low. Problems organizing Nine-year Compulsory Education remains a true great PR for us. The fact that we can see that many in the suburbs who do not have adequate educational facilities. With the abandonment of the nine-year compulsory education program resulted in Indonesia's children are still many who drop out of school before completing their nine-year compulsory education. Under these conditions, when no significant change in policy, it is difficult for this nation out of the educational problems that exist, let alone survive the competition in the global era.

Ideal conditions in the field of education in Indonesia is any children in school at least until the high school level regardless of status because that is their right. But it is very difficult to realize at this point. Therefore, at least everyone has an equal chance of attending any education. If you look at the above problems, there is an inequity between the rich and the poor. As if the school belongs only to the wealthy so that people with low to feel inferior to school and hang out with them. Plus the publication of school on scholarships is very minimal.

Free schools in Indonesia should have adequate facilities, competent faculty, the curriculum is appropriate, and has the administrative and bureaucratic system is good and uncomplicated. However, in fact, free schools are schools located in remote areas of slums and everything can not support the school bench which raised the question, "Is the school free of charge? If yes, yes fair because it is very worrying. "
Implementation of Quality Education

"Education quality is expensive". This sentence often appears to justify the high costs of attending any public education bench. The high costs of education from kindergarten (kindergarten) to university (PT) makes the poor have no choice but to not go to school.Poor people should not sekolah.Untuk kindergarten and SDN at the moment will cost Rp 500,000, - to Rp 1,000,000. Some even picked the above Rp 1 million. Sign Junior / Senior High School could reach USD 1 million to Rp 5 million.

The more expensive cost of education today is not separated from government policies that implement the School-Based Management (SBM). MBS in Indonesia in reality is more understood as an effort to mobilize funds. Therefore, the School Committee / Board of Education which is an organ of the MBS has always required the element of entrepreneurs. The assumption, employers have access to broader capital. The result, after the School Committee is formed, sometimes under the guise of all levy money, "according to the School Committee's decision."

However, at the level of implementation, it is not transparent, because it is elected to the board and committee members are people close to the Principal. As a result, the School Committee only become principal legitimator policy, and SBM was just a release of legitimacy of the state's responsibility towards the problems of education of its people.
This condition will be worse with the Bill on Legal Education (RUU BHP). Changing the status of education of the public property to a form of legal entity has clear economic and political consequences is very large. With the change of status, the government can easily throw its responsibility for the education of its citizens to the owners of legal entities that figure is unclear. State University turned into a State Owned Legal Entity (BHMN). The emergence BHMN and MBS are some examples of the controversial education policy. BHMN own impact on the soaring cost of education at several universities favorites.
Privatization and Privatization in Education Sector

Privatization or increased weakness of the state's role in public service sector can not escape from the pressures of debt and policies to ensure debt repayment. Indonesia's foreign debt amounting to 35-40 percent of the state budget each year is a factor driving the privatization of education. As a result, sectors such as education funding absorbs the victim. Education funding cut to a mere 8 percent (Kompas, 10/5/2005).

In 2005 only 5.82% budget allocated to education. Compare with funds to pay the debt that is draining 25% of spending in the state budget (www.kau.or.id). The government plans to privatize education legitimized through a number of regulations, such as the Law on National Education System, Legal Education Bill, Draft Government Regulation (RPP) of the Elementary and Secondary Education, and RPP on Compulsory Education. Strengthening the privatization of education, for example, stipulated in Article 53 (1) of Law No 20/2003 on National Education System (System). In that article mentioned, the organizers and / or formal education unit established by the Government or public education is a legal entity.

Like corporations, schools freed seeking capital to be invested in education operations.NGO Coordinator for Justice Education Network (ENJ), Jackie Mukhtar (Reuters, 10/05/2005) judged that the privatization of education means the government has legitimized the commercialization of education by handing the responsibility of providing education to the market. That way, schools will have the autonomy to determine their own education costs. School course will peg the cost as high as to improve and maintain quality. As a result, access to people who are less able to enjoy a quality education will be limited and increasingly fragmented society based on social status, between rich and poor.

The same thing was told by an economist Revrisond Bawsir. According to him, education is the privatization agenda of global capitalism that has been designed long ago by donor countries through the World Bank. Through the Draft Law Legal Education (RUU BHP), the government plans to privatize education. All education units will become legal education (BHP) are required to seek its own funds. This applies to all public schools, from elementary to college.

For certain people, some state universities are now changing the status of a State Owned Legal Entity (BHMN) it's a scourge. If the reason is that quality education must be expensive, so this argument is valid only in Indonesia. In Germany, France, Holland, and in several other developing countries, many college-quality yet low-cost education.Even some countries there is eliminate tuition fees.

Quality education is not likely cheap, or rather, do not be cheap or free. But the problem is who should pay for it? The government actually obligated to guarantee every citizen access to education and ensure public access down to get a quality education.However, the fact that the government actually wanted to argue from the responsibility.Though limited funds can not be a reason for the Government to wash hands .*** 

Sabtu, 18 Juni 2011

PENCITRAAN DALAM PUISI

Pencitraan dalam Puisi
Pencitraan dalam Puisi
Oleh : SRI BUDI S.
http://sri-economymeasures.blogspot.com/
Ketika membaca puisi, kita sering merasakan seolah-olah ikut hanyut dalam suasana yang diciptakan oleh penyair di dalam puisinya. Ketika penyair mengungkapkan peristiwa yang menyedihkan, kita ikut larut dalam suasana kesedihan. Demikian pula jika penyair mengungkapkan perasaan dendam, kecewa, marah, benci, cinta, bahagia, dan sebagainya.

Ketika penyair mengungkapkan adanya bunyi gemuruh letusan gunung berapi, kita seolah-olah mendengarkan bunyi itu. Ketika penyair menyebutkan benda yang amat mungil, seolah-olah kita melihat benda kecil itu. Ketika penyair menceritakan adanya makanan yang pedas, kita seolah-olah ikut merasakan pedasnya makanan itu. Demikian pula ketika penyair mengungkap hal yang amat panas, gatal, atau yang lainnya. Unsur puisi yang menyebabkan kita ikut merasakan seperti itu disebut citraan.

Citraan adalah gambaran angan yang muncul dibenak pembaca puisi. Setiap gambar dalam pikiran disebut citra atau imaji (image). Wujud gambaran dalam angan itu adalah “sesuatu” yang dapat dilihat, dicium, diraba, dikecap, dan didengar. Akan tetapi, “sesuatu” yang dapat dilihat, diraba, dicium, dikecap, dan didengarkan itu tidak benar-benar ada, hanya dalam angan-angan pembaca atau pendengar. Penyair kondang Chairil Anwar tampak nyata berusaha memunculkan citraan dalam puisinya yang berjudul Sajak Putih di bawah ini.

SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda.

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah….

Dalam bait pertama kita jumpai kata-kata tari warna pelangi / bertudung sutera senja / Di hitam matamu kembang mawar dan melati. Dengan menggunakan kata-kata tersebut penyair membawa kita seolah-olah berhadapan langsung dan melihat langsung benda-benda tersebut. Angan kita dibawa untuk melihat apa yang dikemukakan oleh penyair. Di hadapan kita seolah terpapar tari warna pelangi, suatu keindahan yang dilengkapi dengan tudung suteranya, yang dapat kita lihat dan rasakan dengan jelas. Demikian pula semerbak harum kembang mawar dan melati yang digambarkan dengan di kelopak matamu. Gambaran angan yang ditimbulkan melalui indera penglihatan seperti tari warna pelangi, dan indera penciuman yang ditandai dengan hadirnya kembang mawar dan melati seperti itu dikenal dengan istilah citra penglihatan dan citra penciuman.

Pada bait kedua kita jumpai kata-kata: sepi menyanyi, meriak muka air, memerdu lagu. Dengan menggunakan kata-kata tersebut penyair membawa angan kita untuk mendengarkan nyanyian sepi, juga merasakan jiwa yang tiba-tiba bergerak meriak, yang diikuti dengan alunan lagu merdu. Gambar angan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut berkenaan dengan indera pendengaran. Oleh karena itu, gambaran angan tersebut disebut dengan istilah citra pendengaran.
Banyak cara yang digunakan oleh penyair dalam membangkitkan daya bayang pembaca puisinya. Ada yang mencoba melaui gerbang mata untuk menghasilkan citra penglihatan, ada yang melalui gerbang telinga untuk menghasilkan citra pendengaran, atau gerbang-gerbang indera yang lain. Berkaitan dengan itu, jenis citra yang ditimbulkannya juga bermacam-macam. Beberapa jenis citra yang sering terdapat dalam puisi antara lain: (1) citra penglihatan, (2) citra pendengaran, (3) citra penciuman, (4) citra perabaan, (5) citra pengecapan, (6) citra gerakan, dan citra suhu (panas/dingin). 
Mengapa penyair berusaha menghadirkan citra dalam puisinya? Penyair adalah sastrawan. Cara sastrawan mengungkapkan gagasan berbeda dengan bukan sastrawan. Seseorang yang bukan sastrawan mengemukakan gagasan dengan bahasa yang lugas dan jelas agar gagasannya itu mudah dipahami pembaca. Seorang sastrawan selain mengungkapkan gagasan juga mengungkapkan perasaan. Sastrawan berharap agar pembaca dapat merasakan apa yang dirasakannya. Untuk keperluan itu, sastrawan sering menggunakan bahasa yang tak lazim. Salah satu upaya tak lazim itu adalah pencitraan dalam puisi.

Jumat, 10 Juni 2011

Sistematika Karya Tulis


Sistematika Penulisan Karya Tulis -

Jumat, 03 Juni 2011

PENGUMUMAN KELULUSAN SMPN 230JAKARTA TAHUN 2011

PENGUMUMAN KELULUSAN SMPN 230JAKARTA
TAHUN PELAJATAN 2010/2011

Rabu, 08 Februari 2012

Jadi Guru yang Menyenangkan? Ini Tipsnya!

KOMPAS.com – Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.

Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.

Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:

1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.

2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.

3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.

4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."

5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan

Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.

6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.

7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.

8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.

9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya.

10. Ciptakan humor

Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya. 

10 Trik agar Belajar Anda Efektif

KOMPAS.com - Mungkin ada yang memercayai bahwakesuksesan dalam belajar datang dengan sendirinya. Tak salah memang,ketika ada yang meraih kesuksesan dalam studinya, padahal ia terlihattidak melakukan usaha yang sangat keras. Akan tetapi, kebanyakan pelajarjustru meraih kesuksesan dengan mengembangkan dan mengaplikasikankebiasaan belajar yang efektif? Nah, 10 trik berikut ini mungkin bisajadi panduan bagi Anda yang tengah mencari cara terbaik dalam belajar.

1. Jangan mencoba untuk memaksakan belajar dalam satu sesi

Biasanya,para pelajar yang sukses selalu meluangkan waktu belajarnya lebihpendek dan jarang memaksakan mempelajari seluruhnya dalam satu atau duasesi. Kuncinya, belajarlah dengan konsisten dan lakukan secara regulermeskipun dalam waktu singkat.

2. Rencanakan saat Anda akan belajar

Jikaingin sukses dalam belajar, susunlah jadwal dengan waktu yang spesifikselama sepekan. Dan cobalah untuk tegas dengan jadwal yang telah Andabuat. Mereka yang belajar secara sporadis, biasanya tidak berperformasebaik pelajar yang telah mengatur waktu belajarnya dengan disiplin.

3. Belajarlah pada waktu yang sama


Tidakhanya apakah penting untuk merencanakan jadwal kapan harus belajar,tetapi, Anda juga belajar untuk konsisten dengan rutinitas belajarharian. Ketika Anda belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiapminggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupanAnda. Secara mental dan emosional, Anda akan lebih mempersiapkan dirisaat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.

4. Setiap kegiatan belajar harus memiliki tujuan yang spesifik


Menganggapsederhana belajar tanpa arahan yang jelas tidak akan efektif. Andaperlu tahu dengan jelas apa yang Anda butuhkan dalam setiap kesempatanbelajar. Sebelum mulai belajar, aturlah tujuan dari belajar yang Andalakukan. Hal ini akan mendukung tujuan akademik secara keseluruhan.

5. Jangan pernah menunda belajar

Adalahhal yang sangat mudah umum untuk membatalkan sesi belajar yang telahAnda rencanakan karena tidak tertarik dengan bidang studi, atau Andamemiliki hal lain yang harus dilakukan, atau karena tugas yang diberikansangat sulit untuk dikerjakan.

Pelajar yang berhasil tidakpernah menunda waktunya untuk belajar. Jika Anda melakukannya, kegiatanbelajar Anda menjadi tidak efektif dan Anda tidak akan mendapatkan apayang dibutuhkan. Penundaan juga akan menimbulkan kekacauan dan menjadipenyebab nomor satu dari kegagalan.

6. Mulailah dengan pelajaran yang paling sulit

Tugasatau pelajaran yang paling sulit akan membutuhkan usaha, mental, danenergi yang paling besar. Anda sebaiknya memulai dengan hal ini. SekaliAnda bisa menyelesaikan tugas yang paling berat ini, akan lebih mudahuntuk menyelesaikan sisanya. Percaya atau tidak, memulai denganpekerjaan yang paling sulit akan membawa peningkatan yang sangat besarbagi keefektifan sesi belajar dan performa akademis Anda.

7. Selalu review catatan Anda sebelum mulai mengerjakan tugas

Halyang pasti, sebelum Anda dapat mereview catatan yang dimiliki, makaAnda harus memiliki catatan tersebut. Pastikan bahwa Anda selalu membuatcatatan yang baik selama di kelas. Sebelum memulai setiap sesi belajardan mengerjakan tugas utama yang harus diselesaikan, pastikan Anda tahubagaimana mengerjakannya dengan benar.

8. Pastikan tidak ada gangguan selama belajar

Carilahtempat belajar yang aman dari gangguan. Ketika Anda terganggu saatbelajar maka itu akan membuyarkan konsentrasi dan kegiatan belajarmenjadi tidak efektif.

9. Manfaatkan kelompok belajar dengan efektif


Pernahmendengar pepatah, "Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?".Pepatah ini bisa jadi benar untuk diterapkan dalam kegiatan belajar.Belajar secara kelompok akan membawa sejumlah keuntungan, diantaranya,mendapatkan bantuan dari pelajar lainnya saat Anda berjuang untukmemahami sebuah konsep, menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, danberbagi pengetahuan dengan pelajar lain yang akan membantu mereka dandiri Anda sendiri untuk menginternalisasi persoalan. Tetapi, kelompokbelajar akan menjadi tidak efektif ketika tidak terstruktur dan anggotagrup minim persiapan.

10. Review catatan, tugas, dan materi lainnya setiap akhir pekan

Pelajaryang sukses biasanya selalu mereview apa yang telah mereka pelajariselama seminggu di setiap akhir pekan. Cara ini akan membuat merekamempersiapkan diri lebih baik untuk melanjutkan pembelajarankonsep-konsep baru pada pekan berikutnya.

Yakinlah, saatmenerapkan trik-trik ini dalam belajar akan membawa perubahan danpeningkatan yang signifikan dalam catatan akademis dan keberhasilanstudi Anda. Kuncinya, jangan putus asa!

Senin, 25 Juli 2011

Contoh Prosa Lama dan Prosa Baru

Kita dapat membedakan dengan cepat antara puisi dan prosa rekaan dan struktur fisiknya. Yang dapat dilihat secara sepintas dan struktur fisik prosa rekaan adalah pengaturan kata-katanya.
Dalam bentuk tertulis, kata-kata yang terdapat dalam prosa rekaan memenuhi seluruh halaman dan tepi kiri sampai kanan. Kumpulan kata dibentuk menjadi kalimat. Hal ini berbeda dengan puisi. Di dalam puisi, kumpulan kata akan membentuk baris. Kalimat dalam prosa rekaan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.) atau tanda akhir berupa tanda tanya atau tanda seta (? atau !). Kalimat-kalimatnya membentuk paragraf, bukan bait. Kebanyakan paragraf ditulis menjorok ke dalam lima sampai tujuh ketukan, demikian juga dialog antartokohnya.
Dalam bentuk lisan, prosa rekaan lebih banyak berupa cerita. Bentuk ini mempunyai tokoh, jalan cerita, latar cerita, terra, nilai-nilai yang disampaikan yang cukup jelas. Prosa rekaan bisa dibedakan atas prosa lama dan prosa baru (modern).
Prosa Lama
Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:
1) Hikayat, bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.
2) Sejarah atau tiambo, salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.
3) Dongeng. bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.
Prosa Baru (Modern)
Prosa baru merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang lebih luas.
Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:
1) Roman berisi cerita tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail. Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi menjadi roman sejarah, roman sosial, roman jiwa, roman tendens.
2) Cerpen singkatan dari Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
3) Novel, karangan imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau beberapa orang tokoh.
4) Otobiografi, berisi kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya sejak kecil hingga dia dewasa.
5) Biografi, berisi suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.
6) Essay, karangan yang berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.
7) Kritik: kupasan tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.
Daftar Pustaka
- Pengantar Teori Sastra Oleh Wahyudi Siswanto
- Get Success UN Bahasa Indonesia Oleh Seni Hidayati & Wulan

Minggu, 17 Juli 2011

Problems of Education in Indonesia

Problems of Education in Indonesia 
Role of Education in Development
Education has the task to transform and prepare the human resources development.Development has always strived marching in tune with the demands of the times. The times always bring up new issues that have never thought about before. This chapter will examine the fundamental issues of education, and the interrelations between the principal serve targeted, the factors influencing its development and actual problems and ways to overcome them. 

What will happen if the development in Indonesia is not accompanied by development in the field of education?. Although his physical development is good, but what's the point when the nation's moral decline. If this happens, the economy would be problematic, because each person will be corruption. So it will eventually come a day when the state and the nation is destroyed. Therefore, for prevention, education must be one of the priorities in the development of the country. 
Government Education Problems and Solutions

Regarding the issue pedidikan, the attention of our government still feels very minimal.This picture is reflected in the diversity of an increasingly complex educational problems. The quality of students is still low, less professional instructors, the cost of education, even chaotic rule of Education Law. The impact of poor education, the future of our country gets dragged. This downturn may also result from an average size of budget allocations for education at national, provincial, and city and county. 

Solving the problems of education should not be done separately, but have taken steps or actions that are thorough. That is, we not only pay attention to the increase in the budget alone. Because it's useless, if the quality of human resources and education quality in Indonesia is still low. Problems organizing Nine-year Compulsory Education remains a true great PR for us. The fact that we can see that many in the suburbs who do not have adequate educational facilities. With the abandonment of the nine-year compulsory education program resulted in Indonesia's children are still many who drop out of school before completing their nine-year compulsory education. Under these conditions, when no significant change in policy, it is difficult for this nation out of the educational problems that exist, let alone survive the competition in the global era.

Ideal conditions in the field of education in Indonesia is any children in school at least until the high school level regardless of status because that is their right. But it is very difficult to realize at this point. Therefore, at least everyone has an equal chance of attending any education. If you look at the above problems, there is an inequity between the rich and the poor. As if the school belongs only to the wealthy so that people with low to feel inferior to school and hang out with them. Plus the publication of school on scholarships is very minimal.

Free schools in Indonesia should have adequate facilities, competent faculty, the curriculum is appropriate, and has the administrative and bureaucratic system is good and uncomplicated. However, in fact, free schools are schools located in remote areas of slums and everything can not support the school bench which raised the question, "Is the school free of charge? If yes, yes fair because it is very worrying. "
Implementation of Quality Education

"Education quality is expensive". This sentence often appears to justify the high costs of attending any public education bench. The high costs of education from kindergarten (kindergarten) to university (PT) makes the poor have no choice but to not go to school.Poor people should not sekolah.Untuk kindergarten and SDN at the moment will cost Rp 500,000, - to Rp 1,000,000. Some even picked the above Rp 1 million. Sign Junior / Senior High School could reach USD 1 million to Rp 5 million.

The more expensive cost of education today is not separated from government policies that implement the School-Based Management (SBM). MBS in Indonesia in reality is more understood as an effort to mobilize funds. Therefore, the School Committee / Board of Education which is an organ of the MBS has always required the element of entrepreneurs. The assumption, employers have access to broader capital. The result, after the School Committee is formed, sometimes under the guise of all levy money, "according to the School Committee's decision."

However, at the level of implementation, it is not transparent, because it is elected to the board and committee members are people close to the Principal. As a result, the School Committee only become principal legitimator policy, and SBM was just a release of legitimacy of the state's responsibility towards the problems of education of its people.
This condition will be worse with the Bill on Legal Education (RUU BHP). Changing the status of education of the public property to a form of legal entity has clear economic and political consequences is very large. With the change of status, the government can easily throw its responsibility for the education of its citizens to the owners of legal entities that figure is unclear. State University turned into a State Owned Legal Entity (BHMN). The emergence BHMN and MBS are some examples of the controversial education policy. BHMN own impact on the soaring cost of education at several universities favorites.
Privatization and Privatization in Education Sector

Privatization or increased weakness of the state's role in public service sector can not escape from the pressures of debt and policies to ensure debt repayment. Indonesia's foreign debt amounting to 35-40 percent of the state budget each year is a factor driving the privatization of education. As a result, sectors such as education funding absorbs the victim. Education funding cut to a mere 8 percent (Kompas, 10/5/2005).

In 2005 only 5.82% budget allocated to education. Compare with funds to pay the debt that is draining 25% of spending in the state budget (www.kau.or.id). The government plans to privatize education legitimized through a number of regulations, such as the Law on National Education System, Legal Education Bill, Draft Government Regulation (RPP) of the Elementary and Secondary Education, and RPP on Compulsory Education. Strengthening the privatization of education, for example, stipulated in Article 53 (1) of Law No 20/2003 on National Education System (System). In that article mentioned, the organizers and / or formal education unit established by the Government or public education is a legal entity.

Like corporations, schools freed seeking capital to be invested in education operations.NGO Coordinator for Justice Education Network (ENJ), Jackie Mukhtar (Reuters, 10/05/2005) judged that the privatization of education means the government has legitimized the commercialization of education by handing the responsibility of providing education to the market. That way, schools will have the autonomy to determine their own education costs. School course will peg the cost as high as to improve and maintain quality. As a result, access to people who are less able to enjoy a quality education will be limited and increasingly fragmented society based on social status, between rich and poor.

The same thing was told by an economist Revrisond Bawsir. According to him, education is the privatization agenda of global capitalism that has been designed long ago by donor countries through the World Bank. Through the Draft Law Legal Education (RUU BHP), the government plans to privatize education. All education units will become legal education (BHP) are required to seek its own funds. This applies to all public schools, from elementary to college.

For certain people, some state universities are now changing the status of a State Owned Legal Entity (BHMN) it's a scourge. If the reason is that quality education must be expensive, so this argument is valid only in Indonesia. In Germany, France, Holland, and in several other developing countries, many college-quality yet low-cost education.Even some countries there is eliminate tuition fees.

Quality education is not likely cheap, or rather, do not be cheap or free. But the problem is who should pay for it? The government actually obligated to guarantee every citizen access to education and ensure public access down to get a quality education.However, the fact that the government actually wanted to argue from the responsibility.Though limited funds can not be a reason for the Government to wash hands .*** 

Sabtu, 18 Juni 2011

PENCITRAAN DALAM PUISI

Pencitraan dalam Puisi
Pencitraan dalam Puisi
Oleh : SRI BUDI S.
http://sri-economymeasures.blogspot.com/
Ketika membaca puisi, kita sering merasakan seolah-olah ikut hanyut dalam suasana yang diciptakan oleh penyair di dalam puisinya. Ketika penyair mengungkapkan peristiwa yang menyedihkan, kita ikut larut dalam suasana kesedihan. Demikian pula jika penyair mengungkapkan perasaan dendam, kecewa, marah, benci, cinta, bahagia, dan sebagainya.

Ketika penyair mengungkapkan adanya bunyi gemuruh letusan gunung berapi, kita seolah-olah mendengarkan bunyi itu. Ketika penyair menyebutkan benda yang amat mungil, seolah-olah kita melihat benda kecil itu. Ketika penyair menceritakan adanya makanan yang pedas, kita seolah-olah ikut merasakan pedasnya makanan itu. Demikian pula ketika penyair mengungkap hal yang amat panas, gatal, atau yang lainnya. Unsur puisi yang menyebabkan kita ikut merasakan seperti itu disebut citraan.

Citraan adalah gambaran angan yang muncul dibenak pembaca puisi. Setiap gambar dalam pikiran disebut citra atau imaji (image). Wujud gambaran dalam angan itu adalah “sesuatu” yang dapat dilihat, dicium, diraba, dikecap, dan didengar. Akan tetapi, “sesuatu” yang dapat dilihat, diraba, dicium, dikecap, dan didengarkan itu tidak benar-benar ada, hanya dalam angan-angan pembaca atau pendengar. Penyair kondang Chairil Anwar tampak nyata berusaha memunculkan citraan dalam puisinya yang berjudul Sajak Putih di bawah ini.

SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda.

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah

Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah….

Dalam bait pertama kita jumpai kata-kata tari warna pelangi / bertudung sutera senja / Di hitam matamu kembang mawar dan melati. Dengan menggunakan kata-kata tersebut penyair membawa kita seolah-olah berhadapan langsung dan melihat langsung benda-benda tersebut. Angan kita dibawa untuk melihat apa yang dikemukakan oleh penyair. Di hadapan kita seolah terpapar tari warna pelangi, suatu keindahan yang dilengkapi dengan tudung suteranya, yang dapat kita lihat dan rasakan dengan jelas. Demikian pula semerbak harum kembang mawar dan melati yang digambarkan dengan di kelopak matamu. Gambaran angan yang ditimbulkan melalui indera penglihatan seperti tari warna pelangi, dan indera penciuman yang ditandai dengan hadirnya kembang mawar dan melati seperti itu dikenal dengan istilah citra penglihatan dan citra penciuman.

Pada bait kedua kita jumpai kata-kata: sepi menyanyi, meriak muka air, memerdu lagu. Dengan menggunakan kata-kata tersebut penyair membawa angan kita untuk mendengarkan nyanyian sepi, juga merasakan jiwa yang tiba-tiba bergerak meriak, yang diikuti dengan alunan lagu merdu. Gambar angan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut berkenaan dengan indera pendengaran. Oleh karena itu, gambaran angan tersebut disebut dengan istilah citra pendengaran.
Banyak cara yang digunakan oleh penyair dalam membangkitkan daya bayang pembaca puisinya. Ada yang mencoba melaui gerbang mata untuk menghasilkan citra penglihatan, ada yang melalui gerbang telinga untuk menghasilkan citra pendengaran, atau gerbang-gerbang indera yang lain. Berkaitan dengan itu, jenis citra yang ditimbulkannya juga bermacam-macam. Beberapa jenis citra yang sering terdapat dalam puisi antara lain: (1) citra penglihatan, (2) citra pendengaran, (3) citra penciuman, (4) citra perabaan, (5) citra pengecapan, (6) citra gerakan, dan citra suhu (panas/dingin). 
Mengapa penyair berusaha menghadirkan citra dalam puisinya? Penyair adalah sastrawan. Cara sastrawan mengungkapkan gagasan berbeda dengan bukan sastrawan. Seseorang yang bukan sastrawan mengemukakan gagasan dengan bahasa yang lugas dan jelas agar gagasannya itu mudah dipahami pembaca. Seorang sastrawan selain mengungkapkan gagasan juga mengungkapkan perasaan. Sastrawan berharap agar pembaca dapat merasakan apa yang dirasakannya. Untuk keperluan itu, sastrawan sering menggunakan bahasa yang tak lazim. Salah satu upaya tak lazim itu adalah pencitraan dalam puisi.

Jumat, 10 Juni 2011

Sistematika Karya Tulis


Sistematika Penulisan Karya Tulis -